Status pemantauan aktif · BMKG / InaTEWS

Siap sebelum terjadi.

Panduan tanggap darurat menghadapi gempa besar, megathrust, dan kondisi krisis. Dirancang untuk keluarga di Yogyakarta dan selatan Jawa, agar tetap tenang, siap, dan tahu harus berbuat apa.

Yogyakarta · Selatan JawaPersiapan minimal 72 jam pertama
Gempa megathrust
Potensi tsunami
Listrik & logistik
Status keluarga

Seberapa siap rumah Anda hari ini?

Status diperbarui otomatis dari checklist Anda. Semua data tersimpan lokal di perangkat ini.

Rentan
0%

Status keluarga

Skor kesiapan

Lengkapi checklist untuk meningkatkan skor.

Inti 0/9

Checklist progress

0 / 38

Mulai dari kategori air & makanan.

Perlu tambah

Estimasi stok bertahan

0hari

Stok belum aman untuk 72 jam pertama.

Belum siap

Tas siaga bencana

0 / 9

Pastikan tas dapat dibawa keluar dalam waktu kurang dari 1 menit.

Live · Multi-sumber

Pantauan terkini di sekitar Yogyakarta.

Cuplikan data gempa dari BMKG/InaTEWS sebagai otoritas Indonesia, divalidasi silang dengan USGS (US Geological Survey) sebagai sumber internasional independen. Disaring dalam radius 200 km dari Kota Yogyakarta.

LiveDiperbarui sekarang · cache 5 menit

BMKG / InaTEWS

Otoritas Indonesia

Online

USGS

Cross-reference internasional

Online

Tidak ada gempa di radius 200 km Yogyakarta

BMKG dan USGS sama-sama tidak mencatat gempa signifikan di wilayah pantauan terbaru. Manfaatkan momen ini untuk memeriksa tas siaga.

0 kejadian

Aktivitas terdekat (gabungan)

Radius 200 km dari Kota Yogyakarta

Belum ada gempa terbaru di radius pantauan. Total 16 kejadian dipantau secara nasional & internasional.

Saat darurat

Rujuk langsung ke sumber resmi — bukan halaman ini.

Checklist siaga

Lengkapi langkah demi langkah

Centang setiap item yang sudah Anda siapkan. Progres tersimpan otomatis di perangkat ini — tidak ada data yang dikirim ke server.

0 / 38 item

Air & Makanan

Stok dasar untuk bertahan minimal 72 jam pertama.

0/8
8 item belum dicentang

Medis

Pertolongan pertama dan obat rutin keluarga.

0/6
6 item belum dicentang

Listrik & Komunikasi

Tetap terhubung saat listrik dan sinyal terputus.

0/6
6 item belum dicentang

Dokumen Penting

Salinan fisik & backup digital terenkripsi.

0/7
7 item belum dicentang

Bayi & Anak

Kebutuhan khusus anggota keluarga termuda.

0/5
5 item belum dicentang

Evakuasi

Perlengkapan agar bisa bergerak cepat saat darurat.

0/6
6 item belum dicentang
Simulasi 7 hari

Berapa banyak yang harus saya siapkan?

Estimasi kebutuhan dasar untuk bertahan saat listrik mati panjang dan logistik terganggu. Sesuaikan jumlah anggota keluarga dan durasi.

Anggota keluarga
3orang
Durasi siaga
7hari

Skenario aktif

Untuk keluarga 3 orang selama 7 hari

Berdasarkan rekomendasi BNPB & praktik kesiapsiagaan 72 jam.

liter

Air minum

53liter

2.5 liter / orang / hari

Termasuk minum, masak, dan cuci ringan.

kg

Beras

6,3kg

0.3 kg / orang / hari

Setara ±2 porsi nasi per hari.

porsi

Makanan instan / kaleng

42porsi

2 porsi / orang / hari

Cadangan saat memasak tidak memungkinkan.

paket

Obat & vitamin

21paket

1 paket / orang / hari

P3K + obat rutin pribadi.

unit

Powerbank

3,1unit

0.15 unit / orang / hari

Minimal 1 unit 20.000 mAh per 2 orang.

tabung

Gas portable

2,1tabung

0.1 tabung / orang / hari

Cukup untuk memasak ringan harian.

Tas siaga bencana

Satu tas. Lima belas detik. Selamat.

Berisi kebutuhan minimal 72 jam pertama. Letakkan di tempat yang mudah diraih dan diperiksa rutin tiap 3–6 bulan.

Isi inti tas9 item esensial

Senter

LED + headlamp dengan baterai cadangan.

Powerbank

Minimal 10.000 mAh, terisi penuh.

Radio

AM/FM portable untuk info BMKG.

Dokumen

Salinan KTP, KK, BPJS dalam map waterproof.

Obat

P3K ringkas + obat pribadi 3 hari.

Air

Minimal 1.5L per orang dalam botol.

Makanan

Snack tinggi kalori siap makan.

Peluit

Tanda darurat saat tertimpa reruntuhan.

Pakaian

Satu set pakaian ganti + jaket tipis.

Aturan emas

Maksimal 1 menit untuk diangkat dan dibawa keluar.

Latih anggota keluarga mengangkat tas ini saat simulasi gempa rumahan setiap 6 bulan.

Tips meletakkan tas siaga

  • Letakkan tas di dekat pintu utama atau samping tempat tidur.
  • Gunakan tas waterproof atau lapisi dengan trash bag tebal.
  • Pastikan bisa diangkat dan dibawa keluar dalam ≤ 1 menit.
  • Cek isi & kedaluwarsa tas siaga setiap 3–6 bulan.
Panduan tindakan

Apa yang dilakukan, kapan.

Tiga fase yang harus diingat seluruh anggota keluarga: saat gempa, setelah gempa, dan jika ada potensi tsunami.

Fase 1

Saat gempa terjadi

Lindungi diri lebih dulu

Tindakan yang menyelamatkan dalam 60 detik pertama.

  1. 1

    Drop, Cover, Hold

    Merunduk, lindungi kepala & leher di bawah meja kokoh, pegang erat hingga guncangan berhenti.

  2. 2

    Jauhi kaca & rak

    Hindari jendela, lemari tinggi, lampu gantung, dan benda yang bisa jatuh menimpa.

  3. 3

    Jangan gunakan lift

    Jika di gedung tinggi, tetap di lantai. Lift bisa terjebak listrik mati.

Fase 2

Setelah guncangan reda

Pastikan aman, lalu komunikasi

Aksi cepat dalam 5–30 menit setelah gempa.

  1. 1

    Cek kondisi keluarga

    Periksa cedera, prioritaskan anak, lansia, dan anggota dengan kebutuhan khusus.

  2. 2

    Matikan listrik & gas

    Cegah kebakaran. Jangan nyalakan korek bila tercium gas.

  3. 3

    Dengarkan info resmi

    Pantau BMKG, radio darurat, atau aplikasi InfoBMKG. Hindari hoaks WhatsApp.

Fase 3

Jika ada potensi tsunami

Evakuasi vertikal & menjauh dari pantai

Untuk wilayah pesisir selatan Jawa, Bali, dan sekitarnya.

  1. 1

    Segera ke tempat tinggi

    Cari bukit atau bangunan tinggi (≥ 3 lantai) terdekat. Patokan: 20 menit dari getaran kuat.

  2. 2

    Jangan menunggu air terlihat

    Tsunami bisa datang beberapa menit setelah gempa kuat & lama (> 30 detik).

  3. 3

    Hindari kendaraan jika macet

    Berjalan kaki seringkali lebih cepat saat jalur evakuasi padat.

Sumber resmi

Selalu rujuk informasi resmi

Halaman ini adalah panduan kesiapsiagaan, bukan sumber peringatan dini resmi. Saat gempa terjadi, ikuti BMKG dan otoritas kebencanaan setempat sebagai rujukan utama.

Disclaimer: Halaman ini bukan sumber resmi pemerintah. Konten disusun untuk edukasi keluarga merujuk pada panduan BMKG dan BNPB.